Siapa bilang perpustakaan kampus itu selalu identik dengan ketenangan mutlak, tumpukan buku yang rapi, dan suara bisikan pelan? Eits, jangan salah! Kadang, di balik deretan rak buku yang menjulang tinggi, ada kisah-kisah tak terduga yang siap bikin kamu geleng-geleng kepala. Atau, mungkin saja, ada skenario 'genting' yang cuma bisa dibayangkan di kepala para pustakawan kita yang kadang-kadang super kreatif.

Bayangkan saja, suatu sore yang hening, di tengah labirin buku-buku tebal, kami bertiga – Little Jo, Eustace, dan aku – para 'penjaga' literasi kampus, tiba-tiba berdiri tegak. Bukan untuk menyusun buku, tapi dalam mode siaga penuh! Kami seperti barisan 'pembunuh berdarah dingin' (tapi tentu saja ini cuma kiasan ya, jangan dibayangkan beneran!), berbalik menyambut suara langkah kaki yang mendekat di lorong utama perpustakaan.

Pistol sudah teracung, siap kalau-kalau ada 'penyusup' yang berani-beraninya tidak menghormati 'kesucian' perpustakaan. Little Jo, dengan setumpuk buku di bawah lengannya, terlihat paling siap tempur. Sementara Eustace? Dia nggak kalah keren, dengan obeng andalannya... Entah apa yang mereka persiapkan untuk 'musuh' yang datang itu, tapi satu hal yang pasti, vibe di sana langsung berubah dari 'serius-akademis' jadi 'seru-detektif'.

Kira-kira, adegan apa lagi ya yang bisa terjadi di perpustakaan kampus kita? Mungkin pustakawanmu diam-diam punya misi rahasia, atau justru mereka lagi main role-play seru di sela-sela jam kerja? Siapa tahu!