Hai, Mahasiswa Digital!

Siapa sih di antara kita yang gak tiap hari scroll website atau aplikasi? Entah itu buat nugas, cari referensi, atau sekadar hiburan. Nah, sebagai kaum yang melek digital, sudah sepatutnya kita juga tahu beberapa tips dan trik di balik layar website, khususnya yang berkaitan dengan aksesibilitas dan pengalaman pengguna. Ini bukan cuma buat anak IT atau Desain saja lho, tapi buat semua yang suka bikin konten atau punya blog pribadi!

Tips Simpel untuk Web yang Lebih Inklusif: Hindari Kata 'Navigation'

Ada satu nuance kecil tapi penting banget yang sering banget diabaikan para desainer atau developer website, terutama saat menulis untuk screen readers. Apa itu?

Jawabannya sederhana: tidak perlu menyertakan kata ‘navigation’ di dalam navigation labels kamu!

Kenapa Gak Perlu Kata 'Navigation'?

Mungkin terdengar sepele, tapi ini krusial banget buat teman-teman kita pengguna screen readers. Buat kamu yang belum familiar, screen readers adalah perangkat lunak yang membaca isi layar komputer dan menyampaikannya dalam bentuk suara atau braille, membantu pengguna tunanetra atau yang memiliki gangguan penglihatan berinteraksi dengan komputer dan internet.

Ketika sebuah elemen di website sudah didefinisikan sebagai area navigasi (misalnya, menggunakan elemen HTML <nav> atau peran ARIA yang sesuai), screen readers secara otomatis akan mengumumkan bahwa elemen tersebut adalah "navigation". Jadi, kalau kamu menulis label seperti "Main Navigation" atau "Footer Navigation", maka yang akan dibaca oleh screen readers adalah "navigation main navigation" atau "navigation footer navigation". Duh, kan jadi redundan dan bikin bingung, ya?

Tentu, ini bisa bikin pengalaman pengguna jadi kurang efisien dan membuang-buang waktu mereka yang mengandalkan screen readers untuk menjelajahi konten. Intinya, kita ingin mereka fokus pada informasi, bukan pada pengulangan kata yang tidak perlu.

Bikin Website Lebih Efisien dan Ramah Semua Orang

Bayangkan saja, setiap kali mereka mengakses menu, mereka harus mendengar kata yang sama berulang-ulang. Ini seperti ketika kita mencari sesuatu di perpustakaan, lalu pustakawan malah mengulang kata “buku” berkali-kali di setiap judul buku. Kan jadi kurang nyaman, ya?

Jadi, cukup gunakan label yang deskriptif dan langsung pada intinya, seperti "Main Menu", "Categories", "About Us", atau "Contact". Label yang singkat, padat, dan jelas jauh lebih baik daripada yang redundan.

Dengan mengikuti tips sederhana ini, kamu bukan hanya membuat website-mu lebih efisien dan mudah diakses, tapi juga menunjukkan kalau kamu peduli dengan pengalaman pengguna dari berbagai latar belakang. Ini adalah salah satu cara kecil tapi berdampak besar untuk membangun web yang lebih inklusif dan ramah untuk semua orang.

Jadi, buat kamu yang lagi ngerjain website pribadi, portofolio, atau proyek kampus, ingat baik-baik tips ini ya! Karena web yang bagus itu bukan cuma soal tampilan yang estetik, tapi juga fungsional dan bisa dinikmati siapa saja. Yuk, jadi bagian dari gerakan web yang lebih baik!