Siapa sih di sini yang gak kenal Super Mario? Game ikonik tukang ledeng berjanggut dari Brooklyn ini udah nemenin kita dari kecil, kan? Lari, lompat, injek Goomba, selametkan Putri Peach dari Bowser! Tapi, pernah kepikiran gak sih kalau di balik petualangan seru Mario, ada 'sesuatu' yang lebih dalam, lebih... matematis?
Bayangin deh, kamu lagi di kelas ngerjain soal fisika atau matematika yang bikin kepala puyeng. Eh, ternyata ada 'soal' lain yang mungkin jauh lebih kompleks dan seru, tapi gak pernah diajarin di sekolah. Kayak gini nih: Kamu adalah seorang tukang ledeng muda ambisius dari Brooklyn. Di duniamu, ada jamur-jamur jahat seukuran manusia namanya Goomba. Pacar hatimu diculik, dan kamu harus berpetualang menembus pipa-pipa misterius, melewati monster-monster mengerikan, semua demi menyelamatkannya. Sounds familiar, right?
Nah, di sini letak serunya! Kalau kita bedah lebih jauh, setiap lompatan Mario, setiap gravitasi jamur yang diinjak, bahkan sampai perhitungan seberapa jauh kita harus melompat untuk menghindari jurang, semuanya itu punya rumus dan perhitungan matematis di baliknya. Dari fisika proyektil yang bikin Mario bisa melompat sejauh itu, sampai algoritma AI musuh yang membuat Goomba atau Koopa Troopa bergerak dengan pola tertentu. Super Mario ternyata adalah mahakarya komputasi yang mungkin lebih bikin mikir daripada tugas kalkulusmu! Jadi, siapa bilang main game itu gak ada ilmunya?